Wednesday, October 26, 2016

Beli Oleh-oleh khas Lombok di Sasaku


Saya masih ingat, ketika honeymoon di Senggigi, Lombok pada awal Maret 2013, saya dan suami harus menumpang taksi menuju toko oleh-oleh di pusat kota selama 1,5 jam.

Itu pun yang mengarahkan adalah driver taksi Blue Bird yang mengangkut kami dari hotel Holiday Inn Resort, Senggigi ke Mataram Mall, ketika itu satu-satunya mall di Lombok.

Jadi, kami bisa dibilang rental taksi Blue Bird seharian, rutenya: hotel-Mataram Mall-toko Phoenix-hotel. Kalau tidak salah, argonya sekitar Rp200 ribu ketika itu.

Saat raker tahunan pekan lalu, saya singgah di sentra oleh-oleh Sasaku yang berlokasi di Jl. Raya Senggigi, Lombok. Ini adalah outlet kedua setelah outlet Jl. TGH Lopan, Cakranegara, Mataram.

Dari The Santosa Villas and Resort, hanya butuh sekitar 20 menit berkendara untuk tiba di Sasaku, Senggigi. Saya bersyukur ada Sasaku. Jika suatu hari balik ke Senggigi, ngga perlu pergi jauh-jauh buat belanja oleh-oleh khas Lombok.

Saya sempat ragu, harga oleh-oleh khas Lombok mahal ngga ya? Penampilan bangunan tokonya bagus dan bersih. Well, sometimes we do judge the book by its cover, right?

Memasuki Sasaku, area sebelah kanan merupakan display perhiasan dan mutiara sedangkan sisi kiri menjual F&B buat refreshment. Luas Sasaku ini hampir menyamai lapangan futsal sewaan.

Area toko terbagi menjadi area kaos untuk laki-laki, kain tenun, pashmina, pakaian untuk perempuan, gantungan kunci, aksesoris, pernak-pernik, dan makanan. Cukup lengkap ya, seperti di Mirota di Yogya dan Krisna di Bali.


Display perhiasan dari mutiara
Area pakaian perempuan
Saya berdecak kagum atas desain sablonan kaos oblong Sasaku. Yap, Sasaku yang memproduksi sendiri kaos oblongnya dan menaruh tag merek Sasaku pada kaos.

Desainnya modern, kekinian, dan nggak boring. Tahu kan, desain standar kaos oleh-oleh yang mainstream itu seperti apa? Sayang, kaosnya didominasi warna hitam dan putih. Harganya bervariasi mulai dari Rp85 ribu hingga Rp100 ribuan.


Area kaos oblong
Jika dibandingkan dengan kaos oblong sablonan khas Joger atau Dagadu, harganya relatif tidak jauh berbeda. Tetapi, dengan bahan yang serupa, saya bisa membeli tiga kaos seharga Rp100 ribu di Malioboro, Yogya atau Krisna, Bali.

Saya tidak terlalu pay attention area perempuan, gantungan kunci, aksesoris, dan pernak-pernik karena hanya fokus mencari kaos untuk suami dan camilan khas Lombok. Sekilas saya melirik pashmina yang dihargai Rp90 ribu dan pouch kain ukuran sedang seharga Rp60 ribuan.

Saya pun melipir ke area makanan yang tentunya banyak ragamnya. Seingat saya, panganan khas Lombok itu yang ada embel-embel rumput laut, plecing, dan manisan berbahan sayuran.


Area F&B
Area pernak-pernik
Pokoknya saya memilih makanan yang ada kandungan rumput laut dan plecing. Harganya juga bervariasi, mulai dari ribuan rupiah hingga seratus ribuan rupiah. Jangan lupa dicek masa kadaluarsanya.

Peyek kangkung rumput laut Rp28 ribu, peyek seledri rumput laut pedas Rp28 ribu, plecingan opak-opak singkong keju Rp28 ribu, dan rengginang singkong rumput laut Rp15 ribu.

Saya tidak terlalu lama mengantri di kasir karena kasirnya dibuka empat counter dan pergerakannya cukup cepat. Kasir membungkus belanjaan dengan paper bag coklat bertuliskan Sasaku beserta logo. Terkesan eksklusif kan?


Hasil belanja di Sasaku
Mereka juga menyediakan kardus berlogo Sasaku secara gratis dan dikemas di counter kasir juga. Berbeda sekali dengan Krisna yang membebankan biaya packing dan handling dengan kardus di tempat terpisah dan Mirota yang masih pakai kantung plastik.

Saya sangat merekomendasikan toko oleh-oleh Sasaku ini untuk yang berlibur di sekitar Senggigi. Tidak perlu repot berkendara ke kawasan Ampenan atau Cakranegara jika Anda memiliki waktu yang terbatas.

Sasaku
Jl. TGH Lopan, Kompleks Pertokoan Dasan Cermen No. 31-32 
Outlet Senggigi: Jl. Raya Senggigi 
Lombok 83232, NTB
http://www.lomboksasaku.com/
(0370) 7100009
Facebook: Lombok Sasaku


3 comments:

  1. Wah, macam-macam ya oleh-oleh Lombok. Baru tahu kalau ada peyek sayuran disana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, banyak camilan berbahan baku rumput laut, sayuran atau buah-buahan. Diolah jadi keripik, peyek, manisan, atau dodol.

      Delete
  2. Kemarin pas ke lombok mampir sasaku juga. Cuma nggak beli apa2. Naksir sandal eh ukuranku ga ada hehe

    ReplyDelete

Halo, terima kasih sudah mampir dan membaca. Silakan tinggalkan komentar pada kolom comment di bawah. Mohon maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus.