Saturday, April 15, 2017

My Husband, My Biggest Supporter


"Kau bukakan pintu hatiku yang lama tak bisa percayakan cinta, hingga dia di sini. Memberiku cintaku harapan," Dia - Maliq & D' Essentials.

Nggak berlebihan jika lagu lawas tersebut menggambarkan perjalanan hubungan saya dengan suami. Suami saya adalah sosok yang mampu mengobati kekecewaan yang kerap menghampiri akibat gagal membina hubungan percintaan dan dia adalah orang asing dalam kehidupan saya.

Kami bukanlah dua orang yang saling mengenal dalam lingkar pertemanan, bukan teman semasa sekolah maupun kuliah. Kami dipertemukan dalam bidang pekerjaan yang sama, yaitu jurnalis. Berawal dari seringnya bertemu di press room suatu instansi pemerintahan, kami pun menjadi sering berinteraksi hingga akhirnya resmi pacaran dan memutuskan menikah setelah setahun bersama.

Dalam hitungan bulan, usia pacaran masih seumur jagung, suami (ketika itu statusnya masih pacar) mulai membicarakan pernikahan. Saya yang ketika itu masih ambisius mengejar karier sebagai jurnalis, sempat menolak membicarakan hal tersebut karena merasa belum siap. Namun, apa yang dilakukan pacar saya ketika itu? Dia meyakinkan saya untuk menikah melalui caranya sendiri.

Salah satu momen yang tidak akan pernah saya lupakan ketika pacaran adalah kebaikan hati dan kesabarannya. Ketika itu, kami akan pergi menghadiri pesta pernikahan teman di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan. Saya yang memakai high heels melenggang bak kontenstan Asia Next Top Model dari parkiran menuju lobby gedung. Nggak lama berjalan, salah satu hak sepatu saya copot! Panik pun melanda, bagaimana mau kondangan kalau hak sepatunya copot? Masa bertelanjang kaki?

Dengan tertatih mengamit lengan pacar, saya mencari sofa untuk duduk sembari memikirkan cara mengatasi sepatu rusak ini. Kemudian pacar berusaha mencari lem untuk memperbaiki high heels itu. Saya pun menunggu sendiri, harap-harap cemas apa pacar beneran menemukan lem atau tidak.

Ini foto pertama kami setelah resmi pacaran
Setelah setengah jam menunggu, pacar saya kembali membawa lem perekat! Saya bersorak senang karena nggak gagal kondangan. Saya juga terharu atas pengorbanan pacar untuk bersusah payah mencari lem, mengusahakan agar saya tetap pergi bersamanya. Bisa saja kan, dia pergi kondangan sendiri dan membiarkan saya menunggu di lobby hotel?

Ketika itu, saya tersadar bahwa pacar adalah sosok yang tepat untuk saya. Kapan lagi saya menemukan laki-laki yang bersusah payah mengupayakan saya tetap bersamanya? 

***
Empat tahun menikah, kami telah melalui banyak hal. Kami sama-sama "gantung kartu pers" dan berpindah haluan bekerja sebagai karyawan kantoran. Suami meyakinkan saya bahwa saya mampu beradaptasi dengan ritme kerja karyawan kantoran serta menguasai bidang pekerjaan ini. Suami yang duluan bekerja kantoran, selalu memberikan masukan saat kami bertukar pikiran tentang urusan pekerjaan.

Saat saya mulai serius menggarap blog dan mendapatkan undangan acara saat weekend, suami nggak pernah melarang meskipun quality time kami berkurang. Solusinya, kami mengupayakan bertemu di mall atau cafe terdekat dari lokasi acara yang saya hadiri. Suami juga membelikan saya latop hP Pavilion x360 sebagai kado ulang tahun pernikahan supaya saya semakin rajin menulis blog di akhir pekan.

Dukungan suami membuat saya semakin semangat untuk menulis blog dan menghasilkan konten yang menarik. Blog ini pun kian terurus karena suami tidak melarang saya berkutat dengan laptop sembari dia menonton siaran olahraga. Win-win solution sih, dia enjoy nonton siaran olahraga tanpa diganggu oleh saya yang sibuk menulis blog, hehehe.

Namun, saya bisa senewen jika suami mengeluh rongga mulutnya perih akibat sariawan. Pasalnya, dia cenderung mingkem, enggan berbicara jika sedang sariawan. Saya jadi sulit berinteraksi karena suami membatasi aktivitasnya. I can't smile without you when you're in pain.

Dulu, suami mengandalkan obat sariawan yang berbentuk bubuk dan dikemas dalam tabung kaca mini. Obat sariawan Cina, demikian suami menyebutnya. Sayangnya, penggunaan obat sariawan bubuk itu cukup merepotkan karena serbuknya bertebaran ke mana-mana. Belum lagi perih yang dirasakan suami saat mengaplikasikan serbuk obat ke area yang sariawan.


Sejak saya mengetahui adanya obat sariawan berbentuk gel, yakni Aloclair Plus Gel, saya meminta suami beralih dari obat sariawan berbentuk bubuk ke Aloclair Plus Gel ini. Obat sariawan berbentuk gel ini diproduksi oleh Sinclair Pharma Sri yang berpusat di Milan, Italia. Adapun, distribusi di Indonesia ditangani oleh perusahaan farmasi terkemuka PT Kalbe Farma Tbk.

Aloclair Plus Gel bekerja membentuk suatu film pelindung yang akan menutupi ujung persyarafan dari suatu lesi (aphtas) sehingga akan terhindar dar iritasi dan mengurangi nyeri. Kandungan asam hiuluronat dan Aloe vera akan mempercepat penyembuhan alami dari jaringan yang rusak.


Cara menggunakan Aloclair Plus Gel juga praktis. Suami tinggal meneteskan 1-2 tetes gel ke area bibir atau mulut yang sariawan hingga seluruh permukaan tertutup. Aloclair Plus Gel dapat digunakan 3-4 kali sehari atau sesuai kebutuhan. Setelah pemakaian, jangan lupa tube ditutup rapat.

Nah, ada dont's nih dalam menggunakan Aloclair Plus Gel ini:

  • Hindari kontak langsung aplikator dengan lesi.
  • Jangan menyentuh lesi dengan lidah minimal 2 menit supaya terbentuk selaput pelindung.
  • Hindari makan dan minum minimal 1 jam setelah pemberian obat sariawan.

Sejak menggunakan Aloclair Plus Gel, suami berkomentar obatnya praktis, nyaman digunakan, serta tidak perih. Hal yang sungguh berbeda dibandingkan dengan penggunaan obat sariawan sebelumnya. Dia nggak repot belepotan serbuk obat sariawan karena Aloclair Plus Gel berupa gel dan dikemas dengan tube.

Terima kasih, Aloclair Plus Gel karena telah mengembalikan senyum saya untuk suami!


11 comments:

  1. Romantis yaaa ����
    Wina, aku juga ada memory dgn lagu ini sama pak suami. . Hihii
    Win win solution banget.. Aku ngeblog dia main games biasanya, sering jg ntn bola..
    Aloclair ini bantu banget, apalagi utk anak2

    ReplyDelete
  2. Iya, Aloclair plus itu praktis dan gampang pakainya...

    ReplyDelete
  3. Alhamdulillah kalau suami sama2 mendukung ya :). Aloclair memang pilihan tepat

    ReplyDelete
  4. Obat sariawan untuk anak-anak dirumah juga niiihhh. Praktis, nyaman, nggak perih trus rasanya ada manis-manisnya gitu kaaannn.. Hihihii

    ReplyDelete
  5. Langganan sariawan juga karena aku pake behel.. untung ada aloclair, nggak perih, praktis lagi ya Mba hehe :D

    ReplyDelete
  6. Aloe vera manfaatnya banyak yaa, bisa buat obat sariawan jugaa

    ReplyDelete
  7. Aloclair baNyak yg bilang bagus ya, bahkan buat anak bayi sekalipun :)

    ReplyDelete
  8. aku suka aloclair, manis di dalam mulut dan bikin nyaman nggak cekut2..

    ReplyDelete
  9. Hai mb Edwina, salam kenal yaa
    wah ternyata kita sama yaa, suami adalah suporter nomor 1
    untung skg ada aloclair y mb

    ReplyDelete
  10. Terima kasih mba atas infonya. Aloclair boleh dicoba tuh. Soalnya saya termasuk langganan sariawan :)

    ReplyDelete
  11. Satu hobi ternyata bisa menyatukan dua sejoli. Jurnalis memang luar biasa.

    ReplyDelete

Halo, terima kasih sudah mampir dan membaca. Silakan tinggalkan komentar pada kolom comment di bawah. Mohon maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus.