Friday, November 17, 2017

Omnikopi


Bintaro ternyata menyimpan beragam pilihan tempat nongkrong. Duh, kudet banget nggak sih? Meskipun Bintaro bisa ditempuh kurang dari 30 menit dari rumah, saya jarang mengeksplorasi kuliner dan tempat nongkrong di kawasan perumahan elit ini.

Suatu hari, saya dan teman-teman janjian bertemu di salah satu kafe di Bintaro, yaitu Omnikopi. Kami penasaran dengan coffee shop ini karena sering disambangi seorang teman. Kebetulan, sebagian besar memang tinggalnya di nggak terlalu jauh dari Bintaro.

Bermodal aplikasi Waze dan driver Uber Motor yang kooperatif, saya mencari lokasi Omnikopi. Sempat salah belok, namanya komplek perumahan selalu ada jalan tembus ke jalur yang benar.

(Baca: Seruput Kopi di Louie Coffee)

Tampak luar Omnikopi seperti rumah biasa, yang membedakan tentu signage yang terpasang di dinding teras. Lahan parkirnya terbilang sempit, namanya juga berada di tengah perumahan. Nuansa cat putih mendominasi interior luar Omnikopi.





Begitu saya masuk ke dalam, serasa masuk ke rumah sendiri lho! Kental banget suasana homey-nya. Di depan pintu masuk Omnikopi, ibaratnya ada ruang tamu dengan dekor minimalis. Posisi barista tepat di sisi kanan dari pintu masuk. Kemudian, ada pintu untuk masuk ke area yang private berupa communal table untuk 6-8 orang.

Uniknya, ada outdoor area di tengah-tengah Omnikopi bermandikan cahaya matahari namun bebas hujan karena dilindungi oleh kaca (or something like that) transparan. Spot foto-foto banget nih karena natural light-nya.

Pagi itu saya memesan Hot Latte (Rp25 ribu), Nasi Ayam Mozzaru (Rp32 ribu), dan air mineral 330ml (Rp6 ribu). Hot Latte tiba dengan latte art sekitar 10 menit setelah memesan. Ekspektasi saya, Hot Latte-nya sedikit manis. Rasanya pahit banget! Hahahaha.




Ternyata, setelah saya menghabiskan Hot Latte dan beranjak melihat sekeliling Omnikopi, saya baru ngeh ada gula sachet di coffee bar alias mejanya barista. Ya amplop! Kenapa nggak sekalian disuguhkan aja ya gula sachet-nya? Kenapa saya nggak minta gula juga ya? Hahahaha.

Nasi Ayam Mozzaru ini semacam baked rice dengan topping mozzarella, isiannya nasi lembut dengan daging ayam yang dipotong dadu, chili flakes sebagai condiment (saya curiga sih ini Boncabe level 5, hihihi). To be frank, this baked rice is too salty for my liking and it's buttery. It's delicious but need more "kick" in it.

Jelang siang, saya kembali memesan makanan. Kali ini pengen mencoba menu dessert yang tampak menggiurkan: Banana Bread (Rp 20 ribu) dan Iced Tea dengan gula cair terpisah (Rp15 ribu).

Banana Bread-nya enak banget! This is not your usual banana bread. Tekstur luarnya tampak seperti brownies panggang yang ada crust renyah dengan taburan gula bubuk. To make it more sinful, Banana Bread is served with a dollop of whipped cream and a scoop of vanilla ice cream.




Ketika saya menyuap potongan pertama Banana Bread, tekstur kuenya lembut dan masih hangat. Dipadukan dengan es krim vanilla dan whipped cream, mouth watering banget. This is the best banana bread I've ever eaten.

Saya dan teman-teman nongkrong di Omnikopi dari pukul 9 pagi hingga pukul 2 siang. Omnikopi memang nyaman banget, para barista juga nggak rese kita nongkrong berlama-lama di sini. Soalnya, nggak berhenti ngunyah juga sih, hehehe. Selain itu, Omnikopi juga menyediakan wifi dan colokan listrik. Recommended buat ngumpul maupun mengerjakan kerjaan di sini.

Buat yang domisili di Bintaro dan sekitarnya, Omnikopi is worth to visit. Suasananya homey, nggak terlalu bising, harganya terjangkau dengan range minuman Rp6 ribu-Rp28 ribu dan makanan (light bites, foods) berkisar Rp15 ribu-Rp35 ribu.

OMNIKOPI
Jln. Bintaro Tengah Blok U5 No 25, 
Kota Tangerang Selatan, Banten 15412
Operasional: Rabu-Senin, pukul 08:00-21:00 
Telepon: (021) 73883636
IG: @omnikopi



14 comments:

  1. suka sama decor coffee shopnya, simple dan minimalis..

    ReplyDelete
  2. Tempatnya instagramable banget, sukaaak. Tapi jauh ����

    ReplyDelete
  3. Saya pernah ke sana memang tempatnya enak, kopinya dan cemilannya juga. Recommended banget pokoknya.

    ReplyDelete
  4. Ih kok seru banget sih hehe. Aku juga suka kumpul sama temenku di cafe-cafe lutchuw.. Biar dibilang tukang main ke cafe, tapi efek happynya itu lho

    ReplyDelete
  5. Nasi ayam mozarunya terlihat menggoda mbak, kebetulan saya penyuka keju hahahaaa

    ReplyDelete
  6. Bagus tempatnya, makanannya juga cukup terjangkau. Sayangnya agak jauh dari rumah ku hihi.

    ReplyDelete
  7. celan and minimalist banget yaaa.. cantik dgn kesederhanaaannya ..
    salam kenal mbak

    ReplyDelete
  8. Wahhhhh, next kalo ke Bintaro mampir akh, tempatnya cozy yak, harganya pun terjangkau banget.

    ReplyDelete
  9. interior di pintu depannya minimalist dan pengin bikin masuk karena kesan homey-nya udah berasa, hihi

    aku pernah interview kerja di bintaro, dan nyasaaaaar ... trus setelah interview, mikir ternyata jarak depok-bintaro lumayan juga, akhirnya gak jadi tapi gara2 interview di bintaro aku jadi tau ternyata banyak tempat kulineran yaaaa

    ReplyDelete
  10. waa tempatnya bagus bangetttt... next time kalo aku pulang ke Jakarta, aku bakal melipir bentar ke bintaro buat nyobain Omnikopi iniiii... thanks for sharing ya mbaaa

    ReplyDelete
  11. Kayanya tempat nya itu nyaman banget apalagi makanannya yng sangat menggoda hhe
    Jadi ingin maen kesana :)

    ReplyDelete
  12. Isshhh aku kangen bintaro. Dulu sebelum nikah aku tinggalnya di sana ama sepupuku mba. Udh seringlah jelajah aneka kuliner yg mostly memang enak2 kalo daerah selatan :D. Syang omnikopi dulu blm ada.

    Btw ya mba, itu di atas eskrim banana bread, yg wrna merah orens, bukan cabe rawit kaaaan yaa? :D.

    ReplyDelete

Halo, terima kasih sudah mampir dan membaca. Silakan tinggalkan komentar pada kolom comment di bawah. Mohon maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus.