Friday, September 14, 2018

Short Trip to Singapore


A birthday gift to myself? Why not? Secara impulsif, saya memesan tiket pesawat PP Jakarta-Singapore beberapa pekan sebelum jadwal keberangkatan. Saya berencana ingin ke Universal Studios Singapore (USS) dan menginap hanya semalam.

Saya mendapatkan best price Singapore Airlines melalui Traveloka: tiket PP CGK-SIN dan semalam di Footprints Hostel, Little India hanya sekitar Rp2 juta. Saya juga membeli tiket USS seharga Rp600 ribuan setelah pakai kupon diskon Traveloka.

Hanya semalam di kota Merlion? Saya cuma membawa backpack, uang tunai SGD100, dan tentunya kartu kredit untuk jaga-jaga. Berangkat pukul 05:30 pada Sabtu, kembali ke Jakarta pada Minggu pukul 15:00.

Universal Studios Singapore


Setelah mendarat di Changi Airport, saya langsung menuju stasiun MRT untuk menempuh perjalanan ke USS. Sayang, Singapore Tourist Pass (STP) card yang saya beli pada awal 2014 dinyatakan tidak berlaku sehingga harus membeli EZ-Link seharga SGD12.

Perjalanan naik MRT dari Changi Airport menuju Vivo City berjalan sekitar satu jam. Tiba di Vivo City, saya memutuskan untuk jalan kaki ke Resorts World Sentosa melalui Sentosa Boardwalk. Urung mengeluarkan uang sebesar SGD4 untuk Sentosa Express tram. Kebetulan Sentosa Broadwalk sedang bisa diakses gratis, nggak perlu bayar SGD1 lagi.

(Baca: Bersantai di taman kota di Tokyo)



Berkat membeli tiket USS melalui Traveloka, saya nggak perlu mencetak e-ticket. Cukup tunjukkan melalui smartphone, petugas USS akan memindai file e-ticket tersebut atau bisa melalui self checking gate. Akhirnya, saya berkunjung ke USS!

Kebetulan USS sedang mengambil tema Jurassic World: Fallen Kingdom. Ada replika Gyrosphere yang penuh antrian pengunjung yang ingin berfoto nggak jauh dari pintu masuk USS. Ada beberapa dinosaurus yang dipajang dan nggak luput sebagai spot foto.



USS terdiri dari lima area utama: Hollywood, Madagascar, Far Far Away, The Lost World, Ancient Egypt, dan Sci-Fi City. Ibarat lingkaran, USS itu berbentuk bundar. Tanpa mencoba arena apapun, saya bisa mengitari seluruh area USS selama kurang dari satu jam. Mohon maaf nih ya, komentar saya "Kecil amat ini USS?" jika dibandingkan dengan Hong Kong Disneyland dan Tokyo DisneySea, hehehe.

(Baca: Hong Kong Disneyland Hacks)

Karena antrian di permainan favorit lebih dari 60 menit, saya hanya menjajal Shrek 4-D Adventure, Revenge of the Mummy, dan Canopy Flyer. Selebihnya dihabiskan dengan mengitari USS hingga tiga kali dan santap siang di Discovery Food Court di The Lost World yang ampun ramai dan antri panjang.  





Rata-rata restoran di USS mematok harga minimal USD15, cuma di Discovery Food Court yang jual seporsi makanan seharga USD12.9. Nggak perlu beli minum lagi selama membawa botol minum sendiri. Menghemat biaya minuman sampai beberapa dolar. Soal rasa, nggak usah ditanya lah. Standar rasa makanan di tempat wisata, yang penting perut kenyang walau dompet menjerit.

Footprints Hostel, Little India
Saya memilih penginapan di sekitar Little India dan Bugis karena familiar dengan kawasannya. Hostel ini terletak tidak jauh dari Hotel 88 Dickson, penginapan ketika ke Singapore pada 2014 silam. Frankly, this was my first time ever staying in a hostel and renting a single bed in 6-bed female only dormitory room. 

(Baca: Berkunjung ke Museum Doraemon)

Saya sih nggak tertarik untuk mendokumentasikan hostel tersebut. Yang jelas, kamarnya cukup bersih, tersedia colokan listrik, ada loker untuk menyimpan barang di kamar (tentunya bawa gembok sendiri), kamar mandi bersama yang untungnya cewek-cowok terpisah, koneksi wifi lancar jaya, dan tersedia sarapan (saya nggak mencoba sarapan di hostel).





Saya check in pukul 4 sore karena ingin menyimpan backpack dan charging smartphone. Ketika masuk kamar yang kebetulan kosong, tetapi panas luar biasa. Niat untuk leyeh-leyeh sambil nge-charge smartphone langsung buyar karena kepanasan bak sauna. Ternyata, AC kamar baru dinyalakan pukul 7 malam hingga pukul 09:30 pagi. 

Keunggulan lain Footprints Hostel ini adalah lokasinya yang strategis! Stasiun MRT Jalan Besar tinggal jalan kaki kurang dari 5 menit. Mustafa Center juga bisa ditempuh dengan berjalan kaki kurang dari 15 menit. Selain itu, banyak penjual makanan halal di sekitar hostel, terutama resto ABC Nasi Kandar yang jadi favorit saya untuk roti canai dan teh halia seharga total SGD3,5 saja. 

Changi International Airport 
Percaya nggak, pukul 12 malam ada dua cewek India yang baru check in dan masuk kamar? Walau capek dan kurang tidur, saya melek pukul 6 pagi waktu Singapore alias pukul 5 pagi WIB. Saya cuci muka dan gosok gigi, jalan ke Mustafa Center sepagi itu. Enak banget ke Mustafa pagi itu, nggak ramai, dan masih enak muterin tokonya.

Kelar dari Mustafa sekitar pukul 9 pagi dan sarapan di ABC Nasi Kandar, saya beres-beres dan check out, langsung naik MRT menuju Changi Terminal 2. Lebih baik saya menghabiskan waktu di Changi dengan jalan-jalan dan window shopping.





Tiba di Changi, saya langsung chek in dan drop bagasi dengan mesin super canggih. Self service check in beserta bagasi sehingga nggak perlu check in manual di konter. Nggak lupa daftar untuk layanan wifi gratis dengan scan paspor. 

Tujuan pertama pastinya ke Subway demi brunch sandwich mereka yang nggak ada di Jakarta. Kemudian, saya mampir ke MUJI untuk membeli MUJI Oil Cleansing 200 ml yang berada di public area. That was my mistake! Oil cleansing disita ketika masuk boarding room karena volumenya kelebihan dari yang diizinkan 100 ml. Untung petugasnya masih berbaik hati memberikan botol plastik 100 ml dan sisanya dibuang beserta botol pump-nya.

Saya sempat nongkrong di taman bunga matahari yang ternyata bagian dari smoking area. Cakep juga sih tetapi tidak seluas yang saya pikir. Berikutnya yang menyita perhatian adalah outlet Irvin's yang nggak henti-hentinya disambangi orang. Paperbag besar berwarna kuning khas Irvin's ditenteng di mana-mana. 

Antriannya nggak mengular sih, saya pun ikutan antri. Pembelian tidak dibatasi, saya membeli Irvin's Salted Egg Fish Skin dan potato chips dengan harga SGD7,49 masing-masing ukuran kecil. Ternyata, rasanya enak terutama fish skin yang bikin nagih. Kapan lagi ke Singapore, mending beli ini aja daripada Garett Popcorn, hehehe.



7 comments:

  1. Setiap sudut sangat instagramable ya mbak, aduh kapan dong aku ke SG, udh mupeng bgt pgn ke SG tp blm kesampean

    ReplyDelete
  2. Aku kemarin karena mau ngunjungin semua yang gratis, nggak sempat masuk jalan-jalan ke USS nya, cuma mampir bentar beli Garrett didepan sama foto di bola dunianya hahaha

    ReplyDelete
  3. seru mbak edwina solo traveling ke uss sg. aq pun waktu setahun lalu kesana kaget juga ternyata tempatnya kecil yah, apalagi dibanding sama hk disneyland, malah sama dufan juga sepertinya lebih besar dufan deh... hihihi

    ReplyDelete
  4. Win, ini sendiri ke USS-nya? Jadi inget pas USS awal buka juga ngeliput sendirian ke sana.. Haha.. Apa2 minta fotoin orang karena gak bawa tripod. :D Tapi ada wahana yg belum ready.. Iya, dan kayaknya emang gak terlalu luas ya USS itu.. Hampir sebulan lalu ke sana tapi cuma lewatin depannya aja, rame bangeeeet.. :D

    ReplyDelete
  5. Mbak Wina, sebenarnya kalau ke USS itu apalagi yang bisa kita lakukan selain main di permainannya? Soalnya kan harga tiketnya menurutku agak mahal, trus aku anaknya cemen gak berani naik permainan yang seru, jadi bingung kalau ada orang yang bilang harus ke USS huhuhu :'(

    ReplyDelete
  6. Seruuu banget mba Winaaa
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete

Halo, terima kasih sudah mampir dan membaca. Silakan tinggalkan komentar pada kolom comment di bawah. Mohon maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus.