Saturday, March 23, 2019

Kuliner Hits di Seminyak & Canggu

Beberapa tahun terakhir, Bali selalu berada dalam daftar destinasi liburan, tak terkecuali pada tahun ini. Saya tidak sabar ingin mengeksplorasi kuliner kafe, restoran, dan beach club baru yang terus bermunculan bak jamur di musim hujan.

Tahun lalu, saya mengunjungi beberapa kafe dan restoran di kawasan Seminyak, seperti Sisterfields, .TEMU Coffee, Monsieur Spoon, Batik Restaurant, dan Cabina. Rencananya, saya akan kembali menginap di sekitar Petitenget, Seminyak karena secinta itu dengan kawasan ini.

Dari hasil mengikuti beberapa influencer, terutama Hans Danial, dia memberikan banyak rekomendasi kafe, restoran, dan beach club yang sedang naik daun di Bali. Tentunya, saya tertarik untuk berkunjung karena rekomendasi Hans (biasanya) selalu beneran enak! Saya menyusun daftar tujuan kuliner yang akan saya datangi saat ke Bali pada pertengahan tahun ini.

Tropicola Beach Club



Suasana vintage beach club ala Miami kental sekali menyelimuti Tropicola Beach Club. Interiornya sedikit mengingatkan saya pada film Chef, saat Chef Carl Casper bertemu dengan ayah Inez, mantan istrinya, di salah satu restoran Cuba di Miami.

Deretan payung pantai yang didominasi warna kuning cerah, nuansa biru-putih pada meja dan kursi, aksen warna merah, dan kolam renang turqouise, sungguh kombinasi warna yang menyejukkan pandangan. Pastinya interiornya sangat Insta-worthy, nggak heran banyak pengunjung yang datang ke sini untuk menikmati suasana Tropicola.

Dari ulasan Hans, Tropicola menyuguhkan hidangan western, termasuk burger dan pizza, serta minuman pelepas dahaga (non-alkohol dan alkohol). Kalau ingin malas-malasan seharian di beach club ini, kita leyeh-leyeh di day bed yang tersedia di pinggir kolam, dengan minimum charge Rp800 ribu.

Tropicola belum genap berusia setahun namun sudah menjadi beach club yang ramai diperbincangkan. Lokasinya di Jl. Batu Belig, Seminyak, tak jauh dari beach club yang sudah tenar duluan, seperti Finn's dan Potato Head. Jelas, ini beach club yang akan saya kunjungi nanti.

KYND Community



Saat saya liburan ke Bali pada 2017 lalu, saya melewati cikal bakal KYND Community yang masih dalam tahap pembangunan. Lokasinya berada tepat di pinggir jalan raya Petitenget, tidak jauh dari hotel tempat saya menginap. KYND Community ini terkenal dengan pilihan makanan sehatnya dan dinding pink bernuansa tropical nan Instagenic.

Jennifer Bachdim termasuk salah satu influencer yang doyan nongkrong di KYND Community karena mendukung gaya hidup sehatnya. Dari menu yang ditampilkan, KYND ibarat surga bagi pecinta makanan sehat dan menjalankan pola hidup vegan karena semua menu yang tersedia merupakan plant-based atau bersumber dari tanaman.

Makanan KYND yang kerap diunggah ke Instagram antara lain smoothie bowl yang ditata apik, cold-pressed juice, salad, kopi yang disajikan dengan cangkir berwarna pink pastel, smoothies, milkshake, hingga chai latte. Bahkan KYND juga memiliki menu burger yang tentunya tidak menggunakan daging. Jadi, menu sehat itu nggak hanya seputar kale dan sayuran hijau lainnnya kan?

Parachute


Tak terbayang ada parasut besar menaungi meja dan kursi yang nyaman di salah satu restoran di Canggu? Sesuai dengan namanya, Parachute, restoran ini memiliki parasut besar sebagai pengganti atap. Lokasinya berada di dekat sawah, sedikit mirip dengan konsep restoran Nook di Seminyak.

Parasut besar itu lantas menjadi ikon restoran yang menawarkan menu western dengan harga yang terjangkau dibandingkan dengan restoran sejenis. Pengaturan meja dan kursinya dibuat berbeda satu sama lain sehingga pengunjung bisa merasakan pengalaman makan yang berbeda pula.

Saya nggak sabar ingin kudapan manis Parachute, seperti pastries, cookies, dan aneka breads yang diproduksi sendiri. Buat brunch atau nongkrong sore tampaknya menyenangkan nih di Parachute.

RivaReno Laboratorio Italiano


This is the most talked about gelato in Seminyak area! Ketika grand opening pada tahun lalu, RivaReno mengundang food blogger dan lifestyle influencer. Gerai gelato asal Bologna, Italia ini menawarkan cita rasa gelato otentik Italia kepada pecinta dessert di Indonesia.

Keunggulan gelato yang dijual RivaReno terletak pada kandungan bahan alaminya, tanpa pengawet dan pewarna buatan, buah-buahan asli, yang tentunya lebih lezat dan sehat. Selain itu, kita bisa menyaksikan proses pembuatan gelato melalui open gelato lab yang berada di dalam gerai RivaReno.

Selain gelato, RivaReno juga menawarkan Gelato Sandwich,Gelato Cake, Semifreddo Cake, Milkshakes, dan lain-lain. Seporsi gelato di tengah teriknya cuaca Bali di musim panas, sounds so tempting!

Pison Coffee


Sebenarnya, kafe ini sudah ekspansi ke Jakarta dengan membuka gerai pertamanya di area Senopati. Tetapi, kenapa ngga mencoba racikan kopi di lokasi aslinya di Bali? 

Pison Coffee berlokasi di Seminyak, kebetulan tidak jauh dari hotel yang akan saya inapi. Katanya sih, kopi yang dijual Pison Coffee ini memiliki aroma yang strong dan bold. Dijamin bikin melek saat diminum pagi hari. 

Nah, berikutnya adalah menentukan hotel di Bali yang lokasinya tidak jauh dari lima tujuan kuliner di atas. Setelah mencari hotel murah yang sesuai dengan standar kenyamanan saya, saya tertarik menginap di Liberta Seminyak Hotel yang lokasinya strategis di Seminyak dan berada tepat di seberang gerai Eatlah yang telah ekspansi ke Bali.


Harga hotel yang ditawarkan Pegipegi terbilang bersaing dengan aplikasi sejenis. Bedanya, proses pemesanan Pegipegi yang mudah, dengan berbagai promo menarik dan pilihan metode pembayaran, antara lain: transfer bank, kartu kredit, hingga cicilan 0%.

Saat ini, Pegipegi telah terhubung langsung dengan lebih dari 7.000 pilihan hotel, memiliki lebih dari 20.000 rute penerbangan, serta lebih dari 1.600 rute kereta api dan Kereta Api Bandara (Railink) yang dapat dipesan melalui website dan apps Pegipegi. Apalagi, kalau sudah unduh apps Pegipegi, banyak promo diskon yang bikin biaya perjalanan lebih hemat.

Nggak sabar ingin menjejakkan kaki di lokasi Instagrammable ini! Pegipegi bikin urusan booking hotel di Bali menjadi lebih mudah dan tentunya hemat.



3 comments:

  1. aku tu pengen ke bali tapi belum kesampean aja, liat ini makin pengen hiks

    ReplyDelete
  2. thn ini outing kantorku Bali lagi sih :D.. tp nthalah apa bakal sempet ke kafe2 di atas.. secara acaranya bakal padat... yg gelato aku tertarik coba... kalo kopinya, sepertinya terlalu strong utkku ;p.. takut berdebar setelahnya hahahaha...

    tp jujurnya sih, tiap kali ke bali, aku lbh suka nyicipin kuliner2 lokalnya sih mba.. kalo itu ga prnh bikin bosen :D

    ReplyDelete

Halo, terima kasih sudah mampir dan membaca. Silakan tinggalkan komentar pada kolom comment di bawah. Mohon maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus.