Thursday, June 13, 2019

Tips Liburan Nyaman ke Bali saat High Season


Libur lebaran kemarin saya kembali ke Bali dan menginap di area Petitenget, Seminyak. Tahu kan, Bali merupakan destinasi liburan favorit orang Indonesia. Pastinya mau ke mana-mana di Bali berujung macet, padat pengunjung, dan antri panjang. Berkat pengalaman tersebut, saya mau berbagi tips nyaman liburan ke Bali saat high season.

1. Booking airport transfer
Masih belum sreg menggunakan jasa taksi resmi bandara untuk pilihan transportasi menuju pusat kota? Sejak beberapa tahun terakhir, saya memilih menggunakan opsi taksi online bandara yang argonya bukan argo kuda dan tidak ada biaya tambahan (bensin, parkir, tol). Ayo pesan taksi online bandara disini, dijamin urusan airport transfer bebas masalah.

Soalnya, calon penumpang bisa melakukan pemesanan sebelum kedatangan. Ada beberapa pilihan kendaraan, dari standar hingga premium, yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan atau jumlah penumpang. Penetapan tarifnya sesuai dengan jarak tempuh dari bandara ke lokasi tujuan.



2. Beli tiket atraksi sebelum liburan
Sungguhlah apa-apa yang dipersiapkan lebih dulu sebelum berangkat liburan akan sangat menghemat waktu dan energi. Saat ini, banyak tujuan wisata atau atraksi yang menjual tiket masuk secara online. Biasanya harga yang ditawarkan lebih murah dibandingkan dengan publish rate di lokasi, belum lagi jika ada tambahan diskon dari agen penjual.

Dari pengalaman saya, beli tiket in advanced ini sangat efisien: nggak perlu antri beli tiket melainkan langsung antri masuk ke lokasi wisata/wahana atraksi. Bebas repot juga karena nggak perlu mencetak tiket karena petugas akan melakukan scanning barcode/QR code pada e-ticket.

(Baca: Pijat di The Shampoo Lounge Seminyak)

Nggak hanya destinasi wisata dan atraksi, tetapi juga layanan spa dan massage di Bali juga bisa dipesan jauh-jauh hari. Spa dan massage ini menawarkan beragam paket berdasarkan durasi pelayanan. Harganya terbilang lebih terjangkau daripada datang langsung. Jangan lupa reservasi dulu supaya mendapatkan jadwal yang diinginkan.



3. Reservasi restoran/kafe/beach club dan toko oleh-oleh
Restoran, kafe, dan beach club di Bali ibarat jamur yang tumbuh di musim hujan. Hampir setiap bulan, restoran, kafe, atau beach club baru bermunculan di Bali, terutama Seminyak, Legian, Petitenget, dan Canggu. Jika resto/kafe/beach club itu memiliki Instagram material, pastinya akan tenar mendadak di media sosial.

Berencana bersantap ke salah satu resto/kafe/beach club yang sedang hits di Bali saat musim liburan? Siap-siap saja berhadapan dengan waiting list berjam-jam. Boro-boro makan enak, adanya juga semakin cranky karena antrian yang mengular.

(Baca: Potato Head Beach Club Bali)

Nggak ingin mengalami hal demikian? Ada baiknya melakukan reservasi sebelumnya. Saat ini, beberapa restoran/kafe/beach club di Bali sudah bekerja sama dengan operator reservasi restoran online, seperti Chope. Jika restoran/kafe yang dituju belum terdaftar dalam aplikasi tersebut, bisa dikontak melalui telepon. Ada yang bisa reservasi atau justru memberlakukan sistem first come, first serve.

Hal serupa juga dapat dilakukan dengan toko oleh-oleh yang bisa menerima pesanan secara online dan telepon, terutama oleh-oleh khas Bali seperti Pia Legong, Pia Eiji, dan Harum Cake.

Pengalaman saya, toko oleh-oleh ini diserbu turis saat musim liburan tiba. Sudahlah antri panjang, jumlah pembelian dibatasi, saat tiba di kasir, varian yang diinginkan tidak tersedia. Berbeda jika sudah memesan sebelumnya, bisa memesan varian favorit dan jumlah yang tidak dibatasi.



4. Top up saldo dompet elektronik
Takut bawa uang tunai saat liburan? Dompet elektronik maupun kartu ATM/kartu kredit akan memudahkan transaksi keuangan, nggak perlu repot dengan kembalian recehan. Nggak hanya lebih praktis, banyak promo yang ditawarkan operator dompet/uang elektronik yang bikin biaya liburan menjadi lebih hemat.

5. Bawa shopping bag sendiri
Akhir 2018, Gubernur Bali menerbitkan Pergub Bali No. 97/2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Peraturan ini melarang pelaku bisnis di Bali menggunakan kantong plastik, styrofoam, dan sedotan plastik yang berpotensi mencemari lingkungan. 

Dampaknya, banyak peritel tidak menyediakan kantong plastik untuk belanjaan pelanggan. Beberapa toko mengganti kantong plastik dengan paper bag atau kantong plastik berbahan alami dan ramah lingkungan, seperti singkong. Namun, ini hanya toko tertentu lho. Kalau jajan di Alfamart, Indomaret, Circle K, apotek, dan sejenisnya ya tidak akan mendapatkan apapun untuk membungkus hasil belanja.

(Baca: Cabina Bali)

Sebaiknya, selalu sediakan shopping bag saat bepergian selama berlibur di Bali. Saya memilih menggunakan canvas bag karena praktis dan mampu memuat banyak barang. 

Semoga tips di atas bisa bikin suasana liburan lebih menyenangkan ya! Atau ada yang mau menambahkan tips liburan nyaman di Bali?





2 comments:

  1. tips liburannya juga cocok banget mbak kalo bawa anak, terutama pesen tiket tempat wisata, karena selalin hemat waktu juga lebih murah, makan dicafe, belanja2 juga bisa order jadi gak perlu antri

    ReplyDelete
  2. aku baru tau yg aturan tanpa plastik ini... soalnya agustus besok planning ke bali ama kantor... jd bisa prepare untuk bawa shopping bag sendiri. apalagi untuk oleh2 ntr :D

    kalo traveling kemanapun, aku biasa juga beli tiket wisata online mba,,, dari klook ato traveloka, segala macam ota aku cek deh ;p. krn memang lbh murah dari sana

    ReplyDelete

Halo, terima kasih sudah mampir dan membaca. Silakan tinggalkan komentar pada kolom comment di bawah. Mohon maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus.